Sabtu, 14 Agustus 2010

PENYESALAN

Pada suatu hari, di sebuah kota besar, ada seorang anak perempuan yang terlahir buta. Perempuan itu bernama Vala. Dia sering diejek oleh teman-temannya karena kebutaannya itu. Tentu saja Vala merasa sedih karena ejekan yang sering dilontarkan oleh teman-temannya itu. Sehingga dia pun trauma untuk bersosialisasi dengan orang lain karena dia takut kalau-kalau orang itu akan mengejeknya.
Vala pun tidak pernah sekolah di sekolah yang umum karena keengganannya untuk bersosialisasi dengan orang lain. Orang tuanya pun menyuruhnya untuk home schooling saja. Vala pun mengikuti saja perintah orang tuanya itu. Sebenarnya Vala itu adalah anak yang pintar. Akan tetapi, dia itu terlalu minder dan tidak percaya diri hanya karena kekurangan yang dimilikinya itu.
Di sebuah kota yang jauh dari kota tempat Vala tinggal, ada seorang laki-laki yang tampan dan juga baik hati. Laki-laki itu bernama Rafa. Dia sangat disukai oleh teman-teman sekolahnya karena sifatnya yang baik hati itu. Dia juga disukai oleh teman-teman perempuannya karena ketampanannya.
Bertahun-tahun kemudian, setelah Vala selesai menyelesaikan pendidikan home schoolingnya dia pergi ke sebuah taman yang sepi. Vala pun duduk seorang diri sambil merenungkan sesuatu. Lalu, ada seorang anak nakal yang mengambil tongkat milik Vala. Vala mencoba mengejar anak tersebut. Akan tetapi, karena dia buta, dia pun terjatuh karena tersandung oleh batu besar yang ada di depannya.
Saat itu, Vala merasa sedih dan dia pun mencoba berdiri. Namun, ternyata kakinya terkilir akibat tersandung batu tadi sehingga dia pun kesulitan untuk berdiri. Akan tetapi, tiba-tiba saja ada seseorang yang membantunya berdiri dan memberi Vala tongkatnya yang tadi diambil oleh anak kecil yang nakal. Vala pun mengucapkan terima kasih pada orang tadi.
Vala segera pulang ke rumahnya. Akan tetapi, Vala kesulitan berjalan karena kakinya terkilir. Dia pun hampir terjatuh lagi tapi untung saja ada orang yang menolongnya sehingga Vala tidak terjatuh lagi. Ternyata orang itu adalah orang yang menolongnya tadi. Orang itu pun menawarkan bantuan untuk mengantarnya pulang. Vala menerima bantuan orang tadi karena ia sendiri merasa tidak kuat untuk berjalan pulang ke rumahnya.
Sesampainya di rumah Vala, Vala mengajak orang tersebut berkunjung dulu ke rumahnya. Mereka pun berkenalan dan berbincang-bincang sebentar. Ternyata orang yang menolong Vala itu adalah Rafa. Rafa pindah ke kota tempat tinggal Vala karena ayahnya dipindahtugaskan ke kota itu. Mereka terus saja mengobrol mengenai diri mereka masing-masing hingga tak terasa Rafa sudah 2 jam ada di rumah Vala. Rafa pun pamit karena hari pun sudah beranjak petang.
Semakin lama, Vala dan Rafa pun semakin akrab. Setiap hari Rafa berkunjung ke rumah Vala. Baru kali ini Vala mau membuka diri untuk orang lain. Vala merasa nyaman berada di dekat Rafa. Begitu pula dengan Rafa, dia juga merasa nyaman berada di dekat Vala.
Hingga pada suatu hari, Rafa menyatakan perasaannya pada Vala dan dia meminta Vala untuk menjadi kekasihnya. Vala senang sekali mendengar pernyataan cinta dari Rafa dan dia pun tidak menolak permintaan Rafa untuk menjadi kekasihnya.
Ketika mereka sedang berjalan-jalan ke sebuah taman yang ada di kota itu, Vala bertanya kepada Rafa, “Rafa, mengapa kamu mencintai aku yang buta ini?”. “Karena cinta itu bukan dari mata, melainkan dari hati.”, jawab Rafa. Vala pun tersenyum mendengar perkataan Rafa tersebut, lalu dia berkata, “Jika suatu saat nanti aku bisa melihat, aku ingin menikah denganmu. Karena hanya kamulah pria yang mau menerimaku apa adanya.”.
Hari-hari Vala dan Rafa pun berjalan seperti biasa. Rafa masih sering berkunjung ke rumah Vala. Mereka juga suka jalan-jalan ke taman ataupun ke Mall. Rasa cinta mereka semakin lama semakin bertumbuh.
Suatu hari, Vala melakukan cangkok mata di sebuah rumah sakit ternama di kota itu. Operasi cangkok mata itu pun berhasil. Saat perban di mata Vala dibuka, Vala merasa senang sekali karena dapat melihat. Vala ingin sekali segera menemui Rafa untuk memberitahu kabar bahwa kini dia sudah dapat melihat.
Vala pun segera pergi ke rumah Rafa setelah dia diperbolehkan pulang oleh dokter. Sesampainya di rumah Rafa, Vala tidak dapat menemukan Rafa karena rumah Rafa kosong. Ternyata Rafa dan keluarganya sedang pergi ke luar kota dan yang ada di rumah Rafa itu hanya pembantunya. Vala pun menitipkan pesan untuk Rafa kepada pembantu Rafa agar Rafa segera menemui Vala saat pulang dari luar kota nanti.
Dua hari kemudian, Rafa datang ke rumah Vala. Vala pun segera menemui Rafa. Saat melihat Rafa, Vala kaget bukan main. Vala pun berkata, “Aku tidak mau menikah dengan orang buta seperti kamu.”. Rafa tersentak mendengar perkataan Vala. “Kenapa kamu tidak mau menikah denganku? Bukankah kamu sudah berjanji akan menikah denganku jika kamu sudah bisa melihat?”, ujar Rafa. “Aku kan tidak tahu kalau ternyata kamu juga buta.”, timpal Vala. “Aku menerimamu apa adanya tapi kenapa kamu tidak?”, ujar Rafa lagi. Rafa pun langsung pergi dari hadapan Vala sebelum Vala sempat menjawab pertanyaannya tadi. Dia pun sepertinya tidak membutuhkan jawaban dari pertanyaannya tadi.
Rafa terpuruk setelah kejadian di rumah Vala. Dia merasa sangat sedih mendengar perkataan Vala. Semakin dia ingat kepada Vala dia semakin sedih. Rafa pun memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Namun, sebelum mati Rafa sudah mempersiapkan sebuah surat untuk Vala.
Setelah Rafa selesai dimakamkan, orang tua Rafa sendirilah yang memberikan surat dari Rafa itu kepada Vala. Vala kaget mendengar Rafa sudah mati dan Vala segera membaca surat dari Rafa yang berisi: “Vala, aku sangat sedih karena kamu tidak memenuhi janji kamu, tapi aku juga senang karena kini kamu dapat melihat indahnya dunia ini dengan mataku.”. Vala pun jatuh pingsan setelah selesai membaca surat itu.
Saat Vala tersadar dari pingsannya, dia langsung menangis karena teringat surat dari Rafa. Vala menyesal karena dia tidak menepati janjinya hanya karena Rafa juga buta. Padahal dulu sewaktu dia buta, Rafa mau saja menerima kekurangannya itu. Tetapi kenapa dia tidak bisa menerima Rafa saat tahu bahwa Rafa itu buta? Padahal Rafa buta karena matanya diberikan kepada Vala. Rafa rela dirinya buta asalkan orang yang dicintainya bahagia. Tapi apa yang Vala lakukan pada Rafa? Vala malah menyakiti hati Rafa. Vala merasa sangat menyesal. Namun, apakah penyesalan Vala akan mengembalikan Rafa ke dunia ini? Tentu tidak. Penyesalan itu memang selalu datang terlambat. Kini Vala hanya bisa merenungi dan menyesali perbuatannya pada Rafa.